Kontes Robot Indonesia

Suasana di ajang kontes robot indonesia tingkat nasional yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung. Lumayan juga bisa nonton ‘trial’ nya gratis hehehehe. Sayangnya gak bisa ngeliat dari dekat, soalnya bakalan bisa ganggu suasana hehehe. Di posting dari mobile, jadi mohon maaf kalo gambarnya ala kadarnya huehuehue. Ini masih trial, gimana besok acara gedenya hahaha \(´▽`)/

Muzavan

Iklan

Money Goal

Hanya cowok ganteng yang mempublish postingan di wordpress, setelah bersihin wece B-)

Hahaha

So, what’s new on my life?

Nothing but Nothing.

Jadi, udah dua hari ini saya ngikutin kegiatan di kampus, sehubungan dengan kegiatan matrikulasi, yang berkaitan dengan masalah kepribadian.

Masalah emotional intelegence (atau gimanalah tulisannya -_-) , dan juga 7 habits by Stephen Coey -__-a

Acaranya asik, bermanfaat banget buat kita mahasiswa baru anak kosan yang masih galau (baca : pelit).

Intinya sih, ada beberapa hal yang saya pelajari dari seminarnya.

Namun, saya mau concern sama satu hal. Goal. Atau, tujuan.

Seringkali, dalam hidup saya, saya melakukan sesuatu dengan tujuan yang nggak jelas. Parahnya, saya baru sadar baru-baru ini dan itupun sedikit -__-”

Percayalah, tujuan nggak jelas itu, terkadang mengaburkan tekad kita, dan nyusahin kita.

Sebagai contoh, saya udah dari smp, dikasih uang jajan perbulan. Dari uang jajan itu, selalu saya sisihkan beberapa, untuk dijadiin bahan tabungan. Saya pisahin ‘uang tabung’ itu, dari uang yang saya bawa sehari-hari, supaya gak dipake sama sekali.

Udah, saya udah ngejatah buat yang ditabung.

Tapi….

Seringkali, saya ‘memelitkan diri’ , dengan cara menghemat parah uang jajan saya. Alasannya? Supaya bisa nabung lebih banyak.

Oke, bolehlah alasannya ya, masuk akal juga.

Tapi, sukses kah?

Enggak broooo

Setiap saya memiliki sisa uang jajan yang didapetin dari hasil “menyiksa diri” atau “membatasi diri” , selalu aja ada kebutuhan lain yang mendadak, saya harus ngeluarin duit.

Nah, saya kan agak ‘gimana gitu’ udah capek-capek nahan “nafsu” buat nambahin tabungan, eh, malah tetep kepake buat yang lain -__-”

Di sinilah, menurut saya, kesalahan saya dalam menentukan goal saya.

Dari awal, saya udah bagi uangnya jadi dua. Uang I untuk ‘tabung’ dan uang II untuk ‘dikeluarin’ . Nah, emang dasarnya uang II ini ‘ditakdirin’ untuk dikeluarin, kemungkinan besar, uang ini pasti keluar juga. Entah untuk kesenangan saya, jajan saya, atau malah bukan untuk saya.

Seharusnya, kalo emang mau tetep nabung, lebih baik pembagian uangnya dirubah dengan cara memperbanyak uang I dari awal. Terus, tinggal nikmatin uang IInya, tanpa harus ngenyiksa diri sendiri dengan nahan jajan ini itu.

Goal dari sistem uang yang saya tetapkan, udah menarik dunia untuk menjalanin peran dari sistem uang ini.

Asli, kenapa saya baru sadar -____-”

Capek awak nahan -___-”

Muzavan

Berasa Keren

Hal yang tak biasa, aku terbangun dari tidurku sendiri. Tak ada jam yang berdering. Tak ada alarm yang menjerit. Semua begitu natural karena aku terbangun akibat memang badanku yang meminta. Sudah terlalu bosan untuk tidur.

Mulai coba menguasai dream-lag (kondisi di mana anda masih terbawa mimpi saat anda sudah bangun, perlahan saya berjalan ke meja belajar saya. Dengan sedikit kucekan mata, akhirnya saya bisa melihat angka yang tertulis di jam saya. 5.39

Sialan. lagi-lagi, saya meleset satu jam dari rencana bangun awal.

Bergegas saya ke kamar mandi, mengambil wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Sepertinya, tubuh ini masih saja belum bisa menyesuaikan jam biologis dengan jam biologis yang saya mau. Masih terbawa suasana medan, di mana jam segini, masih saatnya Iqamah.

Kalo di sini, sudah agak telat untuk shalat jam segini.

Setelah shalat, baru saya menyadari bahwa udara pagi ini begitu dingin. Mengigit. Rasanya ingin kembali memeluk bantal guling, tapi sekali lagi, saya terlalu bosan untuk tidur.

Menimbang daripada tidak ada kerjaan, saya paksakan badan ini untuk ke bawah. Cuci piring, isi air minum, dan buat susu. Dan sialnya, udara di luar kamar makin dingin saja. Tapi saya gak nyerah. Saya lawan rasa dinginnya karena saya yaakin cepat atau lambat, saya akan diminta untuk selalu beradaptasi dengan udara dingin di sini.

Setelah ini itu, saya kembali ke atas, berselimut lagi di kamar yang nyaman ini. Saya buka laptop, dan coba menuliskan apa saja yang ingin saya tulis. Ditemani dengan segelas susu putih, saya menarikan jari-jari saya di atas laptop untuk membuat postingan ini.

Bekerja di depan laptop , dengan susu putih di samping saya. Sesekali, saya hirup nikmatnya susu ini, lalu melanjutkan tulisan saya.

Sumpah, kedaaan ini membuat saya berasa keren. Berasa cool. Berasa kayak orang kaya yang coba menikmati akhir pekannya dengan laptop dan minuman kesukaannya. Mencoba untuk tetap produktif meskipun hari ini seharusnya dipakai untuk istirahat. Meski saya sangat meyakini bahwa istirahat dan liburan adalah penunjang produktivitas, tapi kegiatan seperti ini kayaknya lebih keren daripada sekedar ngulet di kasur.Sekali lagi, saya berasa keren B-)

 

*berasa ganteng juga hahahahaha*