Dana, Uang, dan Saya.

Sebelumnya saya mohon maaf jika dalam penulisan blog ini, saya belum menemukan gaya penyampaian yang pas. Tadi saya iseng-iseng buka 20 Think I Learned dan merasa gaya penyampaiannya keren banget. Menggunakan bahasa yang lumayan santai buat ngungkapin hal yang lumayan serius. Semoga saya bisa nemuin cara terbaik buat berkomunikasi dengan tulisan 😀

Tulisan ini termasuk sesi curhat doang sih hahaha.

Ceritanya bulan ini pengaturan uang saya — sedang — cukup buruk. Yah, kalian taulah, sebagai anak kosan yang baik dan benar, kita harus bisa mengatur uang dengan baik dan benar pula.

Tapi, di bulan ini, aliran dana saya gak sehat. Maksudnya, pengeluaran dan pemasukan saya tidak bisa manage dengan tepat sehingga bisa miss-komunikasi dalam ngatur duit (oke ini ane, padahal yang ngatur saya sendiri tapi bisa miss komunikasi -_______- ).

Tapi, ya gapapalah. Toh, kita orang mahasiswa masih belajar buat manage kita orang punya hidup 😛

Dari Sini Nih : https://muzavan.files.wordpress.com/2013/02/anak-kos.jpg

Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari money management buat bulan ini.Semoga bermanfaat buat kalian yang juga sedang belajar buat ngatur duitnya sendiri 😀

1. Nabung itu di awal bukan diakhir.

Yang ini, saya dapet pencerahan dari salah satu blogger dan comic favorit saya, Ernest Prakasa di tulisannya yang ini. Idenya dia simpel. Kalo anda cuman mikir “oke, gua bakalan save apa yang sisa di akhir bulan” maka percayalah kemungkinan uang anda nyisa dia akhir bulan bakalan kecil. Kenapa? Yah, —kalo menurut saya — kita bakalan (entah kenapa) berhasrat buat memaksimalkan daya konsumsi kita. Jadi, mendingan dana yang udah disiapin buat ditabung dipisahin aja langsung dari uang konsumsi kita.

2. Jangan pernah pelit buat investasi.

Investasi di sini yang saya maksud di sini adalah pembelian barang yang (mungkin) hanya sekali anda beli. Misal, anda beli kipas angin buat kamar kosan. Langsung aja beli kipas angain dengan kualitas 100% atau lebih. Jangan mau beli harga 80% dengan kualitas yang <70%. Investasi ini keluarnya sekali doang. Jadi, pastiin anda beli yang bener-bener bagus sekalian. Jangan yang jelek, entar nyesel terus keluar dana lagi buat cari invest yang lebih bagus.

Btw, saya juga dapet pencerahan nih hasil searching di Youtube. Saya nemuin salah satu ceramahnya Ippho yang membeberkan gaya hidup Nabi Muhammad saw.. Nabi Muhammad hidup dalam kesederhanaan, namun untuk pemilihan senjata dan baju perang, beliau tetap memilih yang kualitasnya nomor wahid. Kira-kira gitu tuh prinsip yang musti dijalanin 😀

3. Investasi itu Luas

Investasi itu banyak banget macamnya. Nah, salah satu yang paling penting adalah kesehatan anda. Jangan pernah menyiksa diri anda dengan berbagai hal yang mengancam kesehatan anda. Inget loh, biaya buat penyembuhan dari sakit itu jauh lebih menyita kita daripada menjaga kesehatan. (True story : saya sakit dan kepaksa (nggak juga sih -__-) makan banyak. Buat saya, sakit menurunkan nafsu makan itu MITOS doang -____________-)

Okedeh, mungkin itu dulu yang bisa saya share pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat 😀

4. Catet!

Kalo bisa aliran dana yang masuk dan keluar ke kantong kalian, harus dicatet. Saya ngalamin sendiri, ini duit beredar tapi gak tau buat apa dan duit keluar tapi gak tau ke mana.

“Kenapa musti dicatet? Nginget doang juga bisa!”

Gatau dengan kalian, tapi kalau menurut saya, itu juga mitos. Pasti ada aja yang kelupaan -___-

Dengan memiliki catatan, kita bisa memiliki data yang valid mengenai aliran dana kita. Dengan begitu, kita bisa analisis nih, dimana penggunaan uang yang efektif dan efisien dan di mana ada pengeluaran yang ‘bocor’. Tapi, jujur aja ,hal ini juga kadang saya lupa kerjain soalnya (ngerasa sok) sibuk. Selain itu, kalau kalian iseng, kalian juga bisa membuat sebuah persamaan matematis dari pola pengeluaran dan pemasukan kalian sehingga kalian bisa membuat analisis pengeluaran minimum dan pemasukan maksimum dengan menggunakan prinsip turunan. Hahaha. #abaikan

Demikian sharing saya kali ini, kalo kalian ada saran atau tips buat ngatur duit, silahkan di share juga di komen 😀 !

(Ditulis dengan keadaan kaki agak sakit karena — dengan bodohnya– saya kesandung 3 kali dan kecebur satu kali waktu tadi jalan balik tadi -________- )

Kesempatan

Setelah menunggu terlalu lama…..

Akhirnya internet kosan bisa lagi….

Dan bentar doang…

Marilah kita manfaatkan kesempatan begini…

Kesempatan /ke·sem·pat·an/n waktu (keluasan, peluang, dsb) untuk: setelah ceramah selesai, pendengar diberi – untuk bertanya;– kerja tersedianya lowongan pekerjaan yg ditawarkan dl pasar kerja, baik pemerintah maupun swasta; (KBBI-Online)

Kesempatan.

Orang bilang kesempatan cuman datang sekali.

Orang sukses adalah orang yang bisa memaksimalkan setiap kesempatan yang datang pada dirinya.

Masalahnya, apakah semua kesempatan harus kita ambil?

Dalam beberapa hal saya merasa kesempatan itu datang sekaligus. Kesempatan untuk merasakan apa yang ingin saya rasakan. Nah, kalau udah begini , rasamya, aneh kalau semua kesempatan itu saya ambil. Selain aneh, tentu setiap kesempatan akan memberikan tanggung jawab buat kita sendiri. Makanya,menurut saya saat ini, kesempatan itu tidak harus dimaksimalkan semuanya.

Kita harus memilih.

Gampangnya adalah sulit untuk memaksimalkan sebuah kesempatan kalau kita fokusnya di banyak kesempatan sekaligus. Mungkin ada orang yang sanggup, tapi mungkin gak banyak. Yah, pada akhirnya kita harus memilih sih kalo menurut saya.

Saya jadi inget nasihat dari seorang senior ketika mewawancarai beliau.

Jadilah pahlawan dengan bertanggung jawab pada satu hal, jangan jadi sok pahlawan, ngambil banyak tanggung jawab tapi gak beres.

Pendiem

Akhir-akhir ini badan saya kurang fit, jadi gak bisa se-“berisik” dan se-“cerewet” biasanya.

Baru nyadar, ini minggu ke-4 kuliah. Tugas udah mulai banyak, UTS udah makin dekat, Kuis mulai bertebaran (dan hasilnya…..), dan saya tetap tidak punya pacar    Berhubung kondisi badan yang kurang fit ditambah jadwal kuliah yang sedang padat, saya memutuskan untuk rehat sejenak. Tapi jujur, rehat itu nggak terlalu enak -___-

Besok kuis olahraga. Dan saya nggak tahu mau jawab apa besok hahaha (yaiyalah, soalnya juga belum tau apaan). Tadi daftar praktikum fisika dasar. Ketemu temen-temen, sempat becanda dikit, dan kalimat-kalimat serius mulai sering terdengar dari mulut saya.

Yups. Saya akhir-akhir ini sering bilang, di tahun 2013 saya ingin jadi lebih pendiem. Meski saya bilangnya dengan nada bercanda, saya serius dengan hal ini. Engggg,,,….. sebenernya bukan pendiem juga sih. Saya ingin lebih mengkontrol jam ngomong saya. Ya, saya ngerasa saya terlalu banyak omong. Semakin banyak omongan yang keluar, semakin sedikit aksi yang saya kerjakan. Dan di sela-sela banyaknya omongan yang saya keluarin, biasanya ada aja becandaan –yang kalau saya telusuri lagi– seharusnya nggak menjadi bahan becandaan yang baik.

Selain itu, saya jadi inget jaman saya SD dan SMP. Saya orangnya pendiem banget. Dan jujur, terkadang saya merindukan kehidupan yang diem begitu. Enak aja kayaknya wkwkwkkw (padahal dulu SD SMP juga ngeluh kenapa pendiem –___— ). Sejatinya, kemampuan ngomong yang baik harus dibarengi dengan wawasan yang cukup luas. Wawasan yang bisa ngebantu apa yang kita omongin. Wawasan yang membuat omongan kita jadi jauh lebih bermakna. Bahkan komedi sekali pun. Maksudnya, bagaimana anda bisa membuat joke jika anda tidak tahu apa-apa? Punchline yang baik akan lahir jika setupnya lebih terarah.

 

Yang menjadi poin yang saya alami sekarang adalah : saya terlalu sibuk ngomong tanpa memperluas wawasan saya. Ya, dari sebagian besar pembicaraan yang dilakukan orang di sekitar saya, saya hanya mengerti sekitar 17,63 % dari yang mereka bilang. Sisanya? Cukup buat dijadiin tamparan keras buat ngingetin saya bahwa saya tidak tahu apa-apa.

 

By the way, karena akhir-akhir ini kurang enak badan, saya jadi banyak makan TTT____TTT

Oke, maafkan saya yang ntah ngomong apa dari tadi. -___-

Semoga saya lekas sembuh~~~~~   <—- ngenes bilang sendiri -__-

Menyesal.

Setiap orang, kayaknya, pernah menyesal.

Ya, merasa kecewa atas perbuatan/keputusan yang telah diambil sebelumnya. Merasa marah pada diri sendiri atas perbuatan bodoh yang pernah dilakukan. Atau malah, hanya sekedar merasa kurang bersyukur karena merasa ada hal yang lebih baik yang bisa dilakukan saat itu.

Ya, melakukan sesuatu — terkadang — bisa menjadi sebuah awal untuk memulai sebuah proses. Proses itu akan memberikan output lain dalam hidup kita. Oke ini apa -_-

Banyak keputusan yang harus kita ambil dalam hidup ini. Setiap detik bahkan kita harus memutuskan apakah kita harus menarik nafas atau malah menghembuskannya. Jantung kita harus memutuskan apakah dia harus terus berdetak, ataukah dia ingin berhenti dan mengakhiri hidup empunya. Keputusan untuk melakukan sesuatu yang kita pilih, memang tidak selalu benar. Salah memutuskan bisa mendatangkan penyesalan.

Tapi ada yang membuat saya lebih gatel buat menyesal.

Keadaan di mana saya menyesal bukan karena telah melakukan yang salah, tapi menyesal karena saya tidak melakukan apa-apa.

Nyesek abis.

Sebenernya, mending melakukan sesuatu hal yang salah, lalu belajar untuk tidak mengulanginya. Atau memperbaikinya.

Kalo nggak melakukan sesuatu, menyesalnya diiring rasa nyesek karena kita tidak pernah tahu hasilnya kalo kita melakukan hal itu.

Gitu aja.