Selamat Liburan!

Sejak sabtu ini, akhirnya saya resmi menempati sebuah kosan di daerah jakarta pusat. Kosan ini akan saya pergunakan selama KP di PT Inovasi Sehat Indonesia di daerah salemba.

Eniwei, besok akhirnya saya resmi KP. Agak takut gimana gitu sih sebenernya. Semoga cuman takut-takut di awal aja deh ini hehehe.

Selama dua hari ini tinggal di kosan ini, hal yang paling saya rasakan adalah ternyata jakarta panas banget. BANGET. Saya lupa sih, apakah di medan sepanas ini atau nggak. Tapi kayaknya masih panasan jakarta deh, soalnya panasnya beneran kering banget. Kalo medan kayaknya ada angin-anginnya dikit (baca : angin debu).

Karena panas yang begitu menggoda ini, saya jadi kebanyakan mandi dan stay di kosan aja. Kemaren udah sempet coba buat ke kantor, dan ternyata lumayan lama juga, kurang lebih hampir 40 menitan buat ke sana. Belum lagi dari kosan ke tempat angkot harus jalan, dari tempat angkot ke kantor juga harus jalan wkwkwk. Semoga saya kurus deh selama dan setelah menjalani KP ini.

Buat yang lain, selamat liburan!
Hehehe.

*aniwei, sebenernya itb tidak mengenal liburan saat periode juni. Ada saja kegiatan yang menyita waktu kalian di liburan juni. Contohnya aja saya : Tingkat I : Matrikulasi, daftar ulang dan OSKM. Tingkat 2 : ospek jurusan dan diklat oskm. Tingkat 3 : ngurus ospek jurusan dan kkn. Tingkat 4 : ngurusin dan ngerjain KP. Tingkat 4 akhir : ngurusin deadline TA.
HAHAHAHAHA.

Salam.
Aku kesepian 😦

Iklan

Bego.

Pagi ini, saya bangun dengan satu tujuan aja : beli nasi kuning depan kosan.

Sekitar jam 05.43 WIB saya bangun, shalat, eh, wudhu dulu, shalat, ambil 10rb dari dompet, terus keluar kosan.

“Nasi setengah, Bu”

Terus, tangan saya lincah langsung sekalian ngambil 3 gorengan sebagai pendamping nasi kuning pagi.

” Pake Telor Bu”

*iya, sarapan saya berat banget*

Sehabis itu, saya bayar si Ibu, eh, nasi kuningnya, terus saya balik ke gerbang kosan. Waktu saya “grepe-grepe” kantong saya, saya heran. “Lah, kunci mana?”

Saya mikir bentar. Ada kemungkinan saya agak ngelindur waktu keluar, sehingga saya keluar aja tanpa nutup pintu kamar, tanpa bawa kunci.

Kampret.

Eniwei, salah satu strategi hidup saya di kala kejadian seperti ini adalah jangan kelihatan bingung atau bego.

Ada dua pilihan :
1. Ke tempat ibu laundry yang biasa nganterin baju ke kosan buat minjem kunci
2. Keliling pura-pura jalan-jalan, sambik berharap waktu balik pintu gerbang kebuka.

Pilihan satu kayaknya membuat saya terlihat bego. Pilihan dua, beresiko mengingat kosan sepi bangeet karena udah mulai liburan.

Sebagai risk-taker ganteng, saya memutuskan pilihan kedua. Jalur “pura-pura jalan supaya tidak terlihat bego” pilihan saya adalah pelesiran-kebon bibit (atau pelesiran juga ya namanya?)-terus balik lagi. Saya periksa kantong, duit tinggal 1500.

” Beli teh gelas kali ya, biar dikira jalan karena memang pingin jajan”  – pikiran saya.

Rencana udah mateng, saya jalan, ngelewatin tempat nasi kuning, negur si Ibu yang jualan, dan …

Kampret. Kunci kosan saya ada di sebelah kotak gorengan.

Saya menghampiri warung nasi kuningnya, sambil senyam-senyum ke si Ibu, terus ambil kunci kosan.

Terus si Ibu bilang ,”Oh, nyari kunci”

Kampret.
Muka saya udah keliatan bego ternyata waktu saya mikirin rencana buat tidak terlihat bego.

Salam.
To-Do : melatih muka yang tidak terlihat bego saat sedang mikirin rencana bego supaya tidak terlihat bego.

SPARTA 2012

Padahal aslinya lagi pengen nyariin label tom and jerry. Waktu ngubrek-ngubrek lemari, malah ketemu sama catatan harian saya saat lagi ngikutin sparta 2012.

Saat ngebaca diary sparta ini, saya ketawa-ketawa sendiri. Alasannya sih dua : “Njir, gw dulu bego banget.”
sama “Njir, cara nulis gw homo banget.” Wkwkwk.

Tapi, saya seneng sih. Saat membaca, saya suka sama tulisan saya sendiri. Enak dibacalah minimal. Tulisan ini saya tulis 2 tahun yang lalu padahal.
(Mendadak merasa tua.)

Ada beberapa isi dari tulisan diary saya yang pengen saya share :))

1. “Saya paling suka sama kata-kata kak Lyco, soal budaya di HMIF, ‘Segala sesuatu yang baik akan disampaikan dengan cara yang baik'” (masih jadi budaya gak ya sekarang :3)
2. “Gara-gara presentasi kelompok ini, saya baru tahu kalo olim KM-ITB itu ternyata dua tahun sekali” ( sebego itu dulu -_-)
3. “Disini Fina mengusulkan untuk membawa snack di pertemuan berikutnya” ( karena tulisan yang jelek, pertama kali kebaca “Disini Fira mengusulkan untuk membawa snack di pertemuan kentutnya”. Siapa Fira. Dan berani-beraninya ngajak saya ke pertemuan kentut-nya. Pasti bau.)
4. “Abis itu, ada sesi yang paling saya sukai, yakni : berdoa dan penutupan”.( Oke, pertama, yang bener adalah “… saya sukai : berdoa dan penutupan.”. Saat sesi ini, keaktifan saya di Osjur meningkat hingga 400%. Eniwei, saya opurtunis dari dulu :3)

5. “Tapi setidaknya kami gak ngorbanin temen buat menang.” (ini ditulis sebagai pembenaran oleh ketua kelompok yang kelompoknya tidak pernah menang di 4 game yang berbeda)

6. “Entah kenapa, ada rasa berbeda saat saya bersama Gilang.” (Penulisan seperti ini membuat momen itu terasa gayful)

7. “Oh gitu” (Satu-satunya komentar si kakak di tulisan Day 6 saya 😐 Dat feel.)

8. “Ternyata susah juga nyari ide buat penampilan kelompok. Kami memutuskan Sari Tilawah Al Qur’an dari Arum menjadi rencana worst case.” (katanya nggak ngorbanin temen :|)

9. “Hei Za, sebagai seorang Rajasinga…” (saya lupa kenapa saya dipanggil raja singa -_-)

10. “Quotes of the day (Sparta Day 6) :
1. ‘Tuhan itu tahu, tapi Tuhan juga menunggu (usaha dari kalian)’ – Jendral
2.’Kalian di sini untuk menampilkan bakat, bukan kemesraan’ – komentar Ilmi atas kemesraan Stephen dan Bagas di penampilan kelompok.
3. ‘Tet-tet-tet-tet-tet’ – Kelompok 4.” (Jadi, ujungnya, penampilan kelompok saya adalah menyanyikan nada dengan lirik “Tet-tet-tet-tet-tet-tet” sambil menggoyangkan bahu. Sangat kreatif.)

11. “Yang paling ditekanin oleh kakak-kakaknya adalah ‘coba aja!'” (seriusan, butuh dua tahun untuk nyadar kalau pesan ini benar)

12. “Strategi menghadapi tubes adalah dengan tidak merubah kelompok” (dulu menyangkal hal ini karena menganggap hal ini gak baik. akhirnya menganggap, yah wajar aja sih.)

13.”Terus, saya dan teman-teman mau ngebuat klub kuliner dan komedi hahaha” (Wacana I)

13. “Kami disuruh membuat wall of commitment. Komitmen real yang benar-benar bisa kami lakukan. Waktu itu, saya tulis,’ingin menjadikan HMIF lebih bermanfaat lewat divisi pengmas dan lebih ceria lewat klub komedi” (Wacana II)

Gak terasa, giliran 2014 yang merasakannya tahun ini.

Hahaha.

Salam.

Sekarang pengen ngebuat klub blog di himpunan. Wacana III.

Blog Orang Lain

Saya suka baca blog orang lain. Alasan saya suka baca blog seseorang biasanya karena gaya bahasa yang dipakai. Tapi, sering-tidaknya saya baca blog orang lain lebih ditentukan karena sering-tidaknya juga si doi mengupdate blognya.

Kasusnya, hampir setiap hari saya bukain blog2 orang yang ada di bookmark Opera Mini saya. Kalau ada update, saya baca, kalau ga ada, saya turup (ya iyalah -_-). Kalau waktu saya buka ada update, biasanya saya jadi sering buka. Kalau ga ada ya, ya jadi jarang.

Eniwei,ini senarai beberapa blog yang saya suka baca dan relatif sering update. Blog-blog teman saya kayaknya saya exclude dulu ya 😛

*maaf kalau ga autolink, dari hape soalnya*

http://notaslimboy.com
http://pandji.com *dulu suka banget, tapi karena sekarang kurang update…ya gitu…*
http://alandakariza.com
http://iqbalhariadi.com
http://faldomaldini.com
http://ardisaz.com
http://tentangdata.wordpress.com
http://austinkleon.com
http://rahard.wordpress.com
http://rinaldimunir.wordpress.com

Update 2 jam setelah tulisan ini pertama dibuat :
http://thecorbuzier.com/blog

Salam.
Kalau punya yang enak-enak, mungkin bisa dibagi juga. Huehehehe

Seperti Ronaldinho

Siapa yang gak kenal Ronaldinho? Salah satu legenda sepak bola. Penampilan dia yang paling fenomenal mungkin saat dia masih aktif membela Barcelona.

Ronaldinho dikenal karena skill dribbling, tendangan (juga tendangan bebas) yang di atas rata-rata. Mungkin kisah terbaiknya adalah sebelum dia memasuki karir profesional, dia dan timnya memenangi pertandingan 26 – 0,… dan 26 gol dibuat oleh dia sendiri.

Selain itu, Ronaldinho juga dikenal sebagai pemain sepak bola yang sering tersenyum saat dia sedang bermain di lapangan. Seolah-olah menunjukkan kalau dia sangat menikmati pertandingan yang ia jalani. Ketika saya melihat Ronaldinho, saya melihat seseorang yang sedang bermain. Bersenang-senang. Bukan seseorang yang sedang mencari gol, gelar, kemenangan, atau popularitas. Saya melihat pemain yang sedang bemain sepak bola — karena memang ia menyukainya.

 

Salah satu tujuan hidup : menemukan pekerjaan dimana saya bisa tetap tertawa di setiap detik saya menjalaninya. Bukan karena saya baik atau hebat atau lucu dalam mengerjakannya, tapi karena saya murni menyukai apa yang saya kerjakan.

 

Salam.

Yah, meskipun saya gak ganteng-ganteng amat kalau lagi senyum atau ketawa *abis ngaca*

 

Strategi dan Pemahaman

Seneng juga, akhirnya semester VI ini berakhir. To Do berikutnya masih ada buat ikut kegiatan KP selama 6 minggu sih. Tapi gapapa, akhirnya punya masa rehat untuk istirahat dan nyantai~

Ujian Berganda. Sumber dari sini.

Nah, kemarin kebetulan ujian terakhir, mata kuliah PBD (Platform Based Development). Ujiannya ini menarik, pilihan berganda 40 soal dengan 4 butir jawaban. Menariknya, kita dipaksa untuk menentukan apakah setiap pilihan itu benar atau tidak. Jika pernyataan itu “benar”, kita harus membulatkan, kalau “salah”, kita menyilang pilihan tersebut. Jika tidak yakin apakah itu benar atau salah, silahkan dikosongkan.

Setiap jawaban yang benar (maksudnya sesuai, “benar” dan “salah”-nya) akan bernilai 1, yang salah bernilai -1/4, dan kosong akan bernilai 0.

Terinspirasi dari artikel Tembak atau Tidak Tembak , coba kita bahas sedikit nih soal peluang-peluangnya hehehe.

Sebenarnya kan permasalahan utamanya adalah apakah setiap butir pernyataan pilihan jawaban benar atau salah. Pilihannya pun dua : isi (benar/salah) atau tidak. Kita coba tinjau nilai harapannya kalau kita isi dan kalau tidak kita isi.

(jika diisi)

(1/2) (1) + (1/2)(-1/4) = 3/8

(jika tidak)

(1/2) (0) + (1/2) (0) = 0

(Catatan, kemungkinan jawaban itu benar 1/2 dan salah 1/2)

Sebenarnya relatif lebih menguntungkan kalau kita isi 😛

Nah, sebenarnya poin saya ada di bagaimana strategi-strategi seperti hitung nilai harapan, atau eliminasi kemungkinan jawaban, mungkin saja akan membantu peningkatan nilai anda. Strategi-strategi ini juga yang biasa diterapkan oleh siswa-siswa yang mengikuti ujian dengan sistem poin kurang (misalnya, ujian SNMPTN tertulis, atau entah apa namanya sekarang hahaha).

Mungkin strategi ini berguna banget buat orang-orang yang seleksi untuk masuk sesuatu. Tapi bagaimana yang tujuannya untuk menguji kepemahaman seperti ujian? Katakanlah saya mengerti strategi tersebut dan menerapkannya, lalu ada teman saya yang memang menjawab hanya sesuai sepemahaman dia saja. Kemungkinannya, bisa saja nilai saya lebih tinggi dari dia, padahal tingkat kepemahaman dia lebih tinggi dibanding saya.

Mungkin ini ya, salah satu pertimbangan adanya ujian esai. Tingkat pengujian kepemahamannya lebih terasa.

Hahaha.

Salam.

Iya, saya banyak nembak. Dan iya, mungkin saya ga paham. Dan iya, saya gak cocok nulis beginian -________-

Menulis TODO

Hari ini kebetulan, HMIF ITB ngadain acara internal untuk angkatan 2012 seperti saya, soal sharing TA (Tugas Akhir). Sharing TA lebih ke arah bagaimana best practice dari pengerjaan TA terus suka duka soal TA.

Eniwei, sekarang saya bukan mau bahas itu-ituannya. Saya tertarik (dan setuju banget) sama apa yang dibilang kak Fawwaz soal ngegunain planner dalam mengerjakan TA. Jangan anggap TA sebagai sesuatu yang besar, coba Breakdown kerjaan yang ingin dilakukan, terus dicatet rencana pengerjaannya di planner.

 

Kerjaan saat ini. Dibanyak-banyakin biar berasa sibuk. #huft

Kerjaan saat ini. Dibanyak-banyakin biar berasa sibuk. #huft

Akhir-akhir ini, saya lagi cukup on fire dalam bekerja nih. Kegiatan ngoding terutama, akhir-akhir ini jadi sering dan –saya gak percaya saya nyebut kata ini– senang untuk dilakukan. Salah satu hal yang menurut saya sederhana namun membantu adalah membuat TO-DO List sebelum bekerja. Hal ini membantu saya untuk melihat kembali apa aja yang mesti saya lakukan atau untuk sekedar penyemangat, apa aja yang akhirnya udah berhasil saya lakukan. Hal ini baru akhir-akhir ini saya lakukan, dan mungkin ada pengaruhnya sama kondisi semangat sekarang.

 

Sebenernya gatau juga sih hahaha. Coba aja deh :))

 

Salam.

Coret todo-list nulis blog.