KP #2

Setelah eksplorasi di hari pertama tentang openmrs serta sistem basis data-nya, di hari kedua dan ketiga, saya ditantang buat ngerjain visualisasi data hasil rekap dari basis data medisnya.

kp-django-histo

Sederhana banget ya hehehe

Nah, untuk melakukan visualisasi data ini, saya menggunakan 4 kakas utama : PHP, highchart.js, Python/Django, dan google-charts.js

1. Eksplorasi Query

Sebelum melakukan visualisasi datanya, tentunya harus tahu dulu dong data apa yang mau disajikan. Untuk itu, saya mengeksplorasi terlebih dahulu query-query sql yang akan menghasilkan data yang diinginkan. Data yang diinginkan ini juga ternyata harus diolah lagi, misalkan ada data yang tidak masuk akal (untuk masing-masing data tentu aturan sendiri harusnya) atau bisa membedakan data mana yang merupakan data tes dan data asli. Nah, untuk eksplorasi query ini, saya menggunakan MySQL Workbench. Jujur, saya takut juga saat disuruh si kakak untuk menggunakan kakas ini (soalnya belum pernah denger, dan takutnya ga bisa kayak hari pertama 😦 ) , tapi setelah dilihat, ternyata kakas ini mirip dengan pgAdmin-nya postgresql yang pernah saya gunakan di semester 5. Kakas seperti ini berguna banget buat eksplorasi query, dan eksplorasi database yang remote (bukan di komputer kita).

2. Eksplorasi Kakas Pemograman

Setelah mengetahui query apa yang harus digunakan, sekarang masalah bagaimana membaca data tersebut dengan menggunakan program. Oiya, awalnya saya menggunakan PHP dalam pengembangannya (yang PHP, relatif tidak ada masalah), namun kata si kakak, pada akhirnya coba eksplorasi menggunakan Python dengan tambahan framework Flask atau Django. Karena Flask instalasinya ribet dan tidak menjamin untuk bisa berjalan stabil di Python3.4 (yang sedang saya gunakan), akhirnya saya memilih Django. Django ini kalau dilihat sekilas prinsip penggunaannya mirip dengan Laravel untuk PHP. Tapi karena saya cupu dan nubie, saya jadinya kesulitan banget -_-. Apalagi ketika awal instalasi, tiba-tiba ada Library yang merasa tidak di-load. Rasanya hampir 3 jam saya otak-atik dan gak ngerti kenapa gak bisa.

 

Sampai akhirnya saya sadari, kalau ternyata ada dua instalasi Python di Laptop saya. Yang saya gunakan untuk pengembangan adalah Python 3.4.1, sementara untuk testing Python 3.5 (yang saya lupa uninstall saat saya install python 3.4). Sehabis uninstall, akhirnya ….

 

Tetep gak bisa -_-

Katanya MySQLdb-nya membutuhkan salah satu .bat dari Visual Studio 09 (saya pakenya 11). Saya coba masukin PATH si VS11 di Environment Variables, tapi tetep gak bisa. Salah saya apa sih -___________-

Akhirnya saya ekplorasi lagi, dan akhirnya ketemu caranya. WKWKWKWK. Waktu terbuang sia-sia hahaha.

 

*istirahat bentar*

 

Nah,  setelah selesai, saya coba-coba ngebuat api-nya dan relatif bisa deh. Hahaha *tapi udah lewat deadline, saya jadi gak enak ama si kakak*

 

3. Eksplorasi Kakas Visualisasi

Untuk PHP, saya menggunakan highchart.js untuk melakukan visualisasi. Awalnya mau pake D3.js tapi gak ngerti-ngerti ._. Kalau di si histochart dia udah nampilin salah satu contoh untuk ngebuat histogram. Jadi saya tinggal ganti-ganti dikit.

 

Nah, untuk Python, saya menggunakan Django untuk ngebuat web-nya, dan Google-Charts-API untuk visualisasinya. Hal yang menarik terjadi ketika saya eksplorasi Django-nya, saya nemuin tulisan begini hahaha.

Setelah anda melakukan konfigurasi di atas, lalu mencoba tes, anda akan membanting gelas kopi anda — karena konfigurasinya memang belum selesai

:))

Paling suka deh kalau ada penjelasan-penjelasan yang becanda kayak gitu hahaha :))

Eniwei, ternyata Django cukup ribet hahaha. Yang paling menyebalkan adalah ketika konfigurasi untuk halaman static, si Django otomatis ngebuat cache yang membuat halaman static kita relatif gak berubah walau udah diubah-ubah kodenya -_-.  Saya ampe hampir gila karena bingung kenapa perubahan yang saya lakukan gak ngerubah tampilannya hahaha.

Selain itu, hal yang menyebalkan lainnya adalah masalah peletakan file. Mirip laravel, si Django ini menyediakan fasilitas Route. Enak sih untuk konfigurasi alamat-alamat, tapi kadang ngebuat bingung untuk ngeletakin file yang bersangkutan (misalkan js,css,gambar dll)

 

 

Hahaha. Itu aja sih cerita saya untuk kp selama ini. Seru juga sebenarnya seharian *mencoba* ngoding. Sedihnya adalah saat kodingan yang dibuat sebenarnya minim progress karena ada masalah sana-sini. Huft.

 

Eniwei, gimana cerita liburan kalian?

 

Salam.

Pokoknya hari swasta saya harus udah brewokan. Minimal kumisan.

Iklan

5 comments

  1. Ping-balik: KP #1 | Muzavan
  2. Ping-balik: KP #3 | Muzavan
  3. emfatoni · Juni 18, 2015

    Hai eja, gapapa ya gue komen mulu.

    Pengalaman mu persis kayak gue dulu di BI. Ganti Openmrs dengan ASP.NET dan Postgresql. Lalu ganti Python dengan Java EE.

    Lalu, eksplorasi dilakukan dan eror-eror printilan semacam lupa nge-load library dan nggak cocok JDK menghabiskan waktu 1 bulan. Haha

    Intinya mah, pemrograman sekarang ini–yang nggak dari scratch, yang tinggal comot plugin–malah bikin pusing kalau ada eror. Kadang, beberapa plugin dokumentasinya jelek abis.

    Salam,
    Kadang gue juga pengen punya berewok. Share ya kalo nemu minyak yang ampuh.

    • muzavan · Juni 18, 2015

      Loh, kirain openmrs buat rumah sakit doang hahaha. kakak bikin apa waktu itu kak?

      • emfatoni · Juni 20, 2015

        gue cuma migrasi Sistem Informasi Daftar Hitam Nasional dari ASP ke Java EE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s