Digital Amnesia

Beberapa hari ini, firefox yang biasa saya gunakan berjalan dengan lambat sekali. Selain itu, kadang-kadang, di tengah pemakaian firefox ini juga tertutup tiba-tiba entah apa sebabnya. Karena itu, saya akhirnya menggunakan kembali Google Chrome yang terpasang di laptop, namun jarang saya gunakan.

 

Saat saya membuka beberapa situs yang saya kunjungi, semua situs tersebut meminta saya untuk melakukan autentikasi dengan memasukkan username dan password yang saya miliki. Menariknya, saya lupa beberapa username dan password saya. Jujur saja, saya jarang memasukkan username dan password karena ada fitur ‘Remember Me’ dan ‘Save Password’ yang biasanya disediakan situs dan browser.

Menariknya lagi, ternyata fenomena seperti ini ada namanya, yaitu Digital Amnesia.

Digital Amnesia

 

Dari laporan yang dikeluarkan oleh Kaspersky Blog,

Digital Amnesia: the experience of forgetting information that you trusta digital device to store and remember for you.

Dari riset tersebut juga, orang-orang “dengan senang hati” akan melupakan apa saja yang mereka anggap bisa diingat kembali dengan membuka gadget atau internet mereka.

Rasanya, saya termasuk orang yang mengalami hal ini deh. Banyak sekali wawasan dan pengetahuan yang akhirnya saya pilih untuk lupakan, karena semudah itu untuk dicari di internet. Akhirnya, sering kali, saya merasa saya tidak belajar apa-apa. Contoh kasusnya, selain masalah username dan password, adalah saat saya mau mulai ngoding. Ketika saya baru mau memulai ngoding dalam sebuah bahasa, saya harus membuka ulang tutorialspoint untuk me-refresh syntax-syntax yang digunakan dalam melakukan operasi tertentu. Kasus lucunya adalah saat saya menghabiskan waktu 2 jam di kode sederhana PHP saya, sesimpel karena saya lupa kalau di PHP untukĀ concatĀ string harusnya menggunakan ‘.’ bukan ‘+’.

 

Jadi kebayang deh, kalau saya dilucuti dari semua internet dan gadget saya, mungkin pada akhirnya saya ternyata tidak tahu apa-apa. Kecuali nomor hape orang tua. Hahaha.

Iklan