Youtube : #SepikSepik ala Joshua Suherman

Youtube adalah kategori di blog saya, yang akan berisi seputar ulasan ringan saya soal video atau channel yang ada di youtube. Mudah-mudahan bisa jadi alternatif tontonan buat kalian kalo lagi bosen :p

Halo semua!

Kali ini saya bakal ngulas salah satu kategori di youtube-nya Joshua Suherman . Kategorinya dinamain #SepikSepik. #SepikSepik dari Joshua berisi  dia lagi ngewawancarain orang. Wawancaranya santai, ala-ala talkshow gitu mungkin lebih tepatnya.

TLDR ; Formatnya wawancara, wawancara anti-mainstream, kategori menarik tapi channel secara keseluruhan belum direkomendasiin buat disubscribe

Untuk video youtube format talkshow atau wawancara, #SepikSepik Joshua bukan satu-satunya. Ada video-video serupa yang dibuat oleh Soleh Solihun, atau sebenernya Highlight dari acara Talkshow (Tonight Show Net TV, misalnya) juga bisa dimasukkin ke kategori macam ini. Cuman, kategori #SepikSepik (cape dah nulisnya musti pake hashtag) punya beberapa nilai plus yang membuat saya lebih ngerekomendasiin video-videonya.

(Update: ternyata ga semua video #SepikSepik sifatnya kayak yang di bawah ini, tapi yah, gitulah <– males ubah konten)

1. Punya Konten

Ini yang menurut saya beda dari #SepikSepik. Wawancara yang dilakukan, biasanya punya konten. Konten yang saya maksud di sini adalah, punya nilai tambah soal pengetahuan atau wawasan yang bisa didapetin oleh penonton. Sebagai pembanding, menurut saya pribadi, contoh wawancara yang dilakukan oleh Soleh Solihun dan Tonight Show adalah wawancara yang sifatnya hanya untuk menghibur — tidak dirancang untuk memberi wawasan baru buat penontonnya. Nggak salah sih, cuman kalau memang untuk tontonan yang sifatnya “tidak hanya buang-buang waktu” (pembenaran sih, nonton youtube emang biasanya buat buang-buang waktu hahaha), #SepikSepik mungkin bisa jadi alternatif.

2. Bukan Wawancara “Yaelah”

Pernah ga sih, kalian ngedengerin isi wawancara yang “itu lagi, itu lagi?”. Mudahnya, wawancara yang kalian sebenernya udah pernah denger, atau bahkan udah pernah baca artikelnya di mana gitu. Hal ini –setidaknya dari 3 video yang saya tonton– tidak dilakukan oleh Joshua. Dan hebatnya, beberapa pertanyaan yang dia tanyain, adalah pertanyaan yang kadang saya juga penasaran.

Contoh kasusnya, #SepikSepik yang edisi Raditya Dika.

Beberapa waktu lalu, (kayaknya) sempet heboh soal youtube yang kontennya kebanyakan sifatnya terlalu bebas (konten atau kata-kata yang diberikan terlalu vulgar, contoh, banyak youtuber yang ngomong anj***, f**k, dll). Alasan youtuber yang biasanya begini : mereka ingin tampil apa adanya, tidak perlu ada perbedaan antara mereka di dunia asli dan di youtube. Hal ini yang membuat saya penasaran pada Raditya Dika. Bisa dilihat, dari sejumlah Vlog yang dia publish, rasanya kontennya “bersih”. “Bersih” dalam artian bersih dari kata-kata kasar (yang mana, dalam lingkaran pergaulan saya, kata-kata kasar begini sebenernya udah “biasa aja”) dan bersih dari pengaruh apapun : kecenderungan Raditya Dika terhadap sebuah isu (dukung siapa pemilu? menurut lu, kejadian/fenomena A gimana? ) juga ga pernah ditampilin. Raditya Dika rasanya cenderung menampilkan konten yang non-divisive (mengundang perdebatan).

Hal ini, Joshua tanyakan di edisi #SepikSepik, dan membuat saya cukup paham soal kenapa Raditya Dika memilih untuk “bersih”.

 

3. Observasi

Ini yang saya cukup salut. Dan mungkin ada hubungannya dengan poin nomor dua. Pertanyaan oleh Joshua, muncul dari observasi dia terhadap orang tersebut. Contohnya, ini menurut saya cukup menarik dan saya baru sadar hahaha, pertanyaan dia ke Pandji soal kenapa Pandji selalu pilek saat sedang tur standup.

 

Kurang lebih, begitu sih kenapa saya cukup suka dengan #SepikSepik. Untuk channel Joshua sendiri, saya belum punya alasan khusus untuk subscribe. #DiaryJojo yang kurang lebih berisi Vlog dari Joshua belum punya konten khas yang membuat channel ini layak di-subscribe.

 

Walaupun saya subscribe sih.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s