Youtube : The Lonely Island (18+)

( Youtube adalah seri di blog ini, yang khusus membahas video atau channel di youtube. Mungkin bisa jadi masukan buat kalian yang sedang bosan. Tapi sebenarnya, tulisan-tulisannya dibuat hanya untuk pembenaran atas waktu yang saya habis untuk youtube-an. “kan entar gw buat reviewnya” )

Setelah membahas Jimmy Fallon, Watch Mojo, dan Clueless Gamer , saya ingin meracuni kalian lagi dengan tontonan yang tidak kalah tidak ada manfaatnya. Channelnya The Lonely Island !

Yang terkenal cuman si Andy Samberg mungkin.

Yang terkenal cuman si Andy Samberg mungkin.

 

Btw, sebelumnya, disclaimer, karena sebenarnya channel mereka jarang update. Tapi kontennya banyak. Dulu sering update ketika Andy Samberg (Brooklyn Nine-Nine) masih di SNL, atau saat mereka ngeluarin album baru. Tapi, saya subscribe sih. I don’t know what to expect, though.

Okay!

Kenapa saya suka dengan grup musik ini? Sama dengan alasan saya suka pada banyak hal — LUCU! Hahaha. Lucu funny, bukan cute. Dan, lucunya mungkin ga buat semua orang, karena beberapa lirik sebenarnya sampah (sampah-sampah lucu) dan vulgar.

Musik mereka oke. Lirik-liriknya dalem. Mereka punya lagu yang lucu, tapi bukan tipikal lagu yang sekali denger. Kalau kalian tahu, ” What does the Fox say? ” adalah contoh lagu yang lucu, tapi bukan untuk didengerin terus-terusan.

Sejujurnya, saya kehabisan kata sebenarnya untuk cerita soal mereka. Mending kalian tonton aja video-video ini. Video-video ini selalu saya pakai untuk mengenalkan musik mereka ke orang-orang haha. Dari hasil eksperimen, 6 orang mengaku lagu-lagunya lucu, 2 orang tidak, 1 orang bilang ada yang ga beres sama otak saya.

(For funny stuff, please listen the song while reading the lyrics!)

Level-1 Incredible Thought (relatif cocok buat semua orang hahaha)

Mungkin yang ini ga terlalu lucu. Tapi liriknya lumayan dalem. Kalau Michael Bolton, yang lucu yang ini

Kalau kalian kurang ngerti lucunya dimana, coba sambil perhatiin liriknya deh :)))

Kalau tetep ga lucu………. Cobain video kedua deh.

 

Level 2 – Mona Lisa (Explicit Words, But Not Vulgar)

Right?

Saya termasuk orang yang sebenarnya tidak terlalu ngerti dengan keindahan mona lisa. Lagu ini, meski eksplisit, seperti ngajak kita untuk mendobrak pikiran-pikiran umum orang banyak. Kita ga perlu setuju dengan pendapat orang banyak.

Ga deng.

Level 3 – F Off (Explicit, Vulgar)

Nah, kalau ini, jangan lihat murni sebagai lagu doang, tapi sebagai kritik.

Kalau kalian perhatiin lirik dan video klipnya, lagu ini sebenarnya kritik untuk dua hal : idola dan anak-anak remaja (di lagu di bilang di USA, tapi kayaknya berlaku global deh). Buat idola, lagu ini sebenarnya memparodikan musisi-musisi yang merasa gaya hidup mereka adalah panutan yang layak ditiru. Musisi-musisi yang nyisipin kata-kata “be good to each other, peace” di lagu mereka, tapi dari hidup mereka sendiri urak-urakan dan seenaknya. Anak-anak remaja di kritik di bagian

“Because we are the kids in the USA
We think for ourselves, so get the fuck out our way”

 

Level-4 Finest Girl (Bin Laden Song)

Lagu ini ……………. terlalu vulgar, ampe saya ga tega buat masukin di sini. Menurut saya sih lucu, tapi sepertinya tidak untuk semua orang. Lucunya lagu ini adalah cara dia membuat perumpamaan yang absurd abis.

Kalau kalian penasaran, cobain aja cari video lainnya hahaha. Beberapa elemen lucu, biasanya juga bisa karena elemen video klipnya, misal kayak video Shy Ronnie.

 

Seriusan, kayaknya bakal banyak yang ngejudge saya aneh-aneh abis melihat post ini.

Hahaha.

 

Salam.

Btw, lagu-lagu mereka ada di karaoke ternama di Indonesia loh.

Youtube : #SepikSepik ala Joshua Suherman

Youtube adalah kategori di blog saya, yang akan berisi seputar ulasan ringan saya soal video atau channel yang ada di youtube. Mudah-mudahan bisa jadi alternatif tontonan buat kalian kalo lagi bosen :p

Halo semua!

Kali ini saya bakal ngulas salah satu kategori di youtube-nya Joshua Suherman . Kategorinya dinamain #SepikSepik. #SepikSepik dari Joshua berisi  dia lagi ngewawancarain orang. Wawancaranya santai, ala-ala talkshow gitu mungkin lebih tepatnya.

TLDR ; Formatnya wawancara, wawancara anti-mainstream, kategori menarik tapi channel secara keseluruhan belum direkomendasiin buat disubscribe

Untuk video youtube format talkshow atau wawancara, #SepikSepik Joshua bukan satu-satunya. Ada video-video serupa yang dibuat oleh Soleh Solihun, atau sebenernya Highlight dari acara Talkshow (Tonight Show Net TV, misalnya) juga bisa dimasukkin ke kategori macam ini. Cuman, kategori #SepikSepik (cape dah nulisnya musti pake hashtag) punya beberapa nilai plus yang membuat saya lebih ngerekomendasiin video-videonya.

(Update: ternyata ga semua video #SepikSepik sifatnya kayak yang di bawah ini, tapi yah, gitulah <– males ubah konten)

1. Punya Konten

Ini yang menurut saya beda dari #SepikSepik. Wawancara yang dilakukan, biasanya punya konten. Konten yang saya maksud di sini adalah, punya nilai tambah soal pengetahuan atau wawasan yang bisa didapetin oleh penonton. Sebagai pembanding, menurut saya pribadi, contoh wawancara yang dilakukan oleh Soleh Solihun dan Tonight Show adalah wawancara yang sifatnya hanya untuk menghibur — tidak dirancang untuk memberi wawasan baru buat penontonnya. Nggak salah sih, cuman kalau memang untuk tontonan yang sifatnya “tidak hanya buang-buang waktu” (pembenaran sih, nonton youtube emang biasanya buat buang-buang waktu hahaha), #SepikSepik mungkin bisa jadi alternatif.

2. Bukan Wawancara “Yaelah”

Pernah ga sih, kalian ngedengerin isi wawancara yang “itu lagi, itu lagi?”. Mudahnya, wawancara yang kalian sebenernya udah pernah denger, atau bahkan udah pernah baca artikelnya di mana gitu. Hal ini –setidaknya dari 3 video yang saya tonton– tidak dilakukan oleh Joshua. Dan hebatnya, beberapa pertanyaan yang dia tanyain, adalah pertanyaan yang kadang saya juga penasaran.

Contoh kasusnya, #SepikSepik yang edisi Raditya Dika.

Beberapa waktu lalu, (kayaknya) sempet heboh soal youtube yang kontennya kebanyakan sifatnya terlalu bebas (konten atau kata-kata yang diberikan terlalu vulgar, contoh, banyak youtuber yang ngomong anj***, f**k, dll). Alasan youtuber yang biasanya begini : mereka ingin tampil apa adanya, tidak perlu ada perbedaan antara mereka di dunia asli dan di youtube. Hal ini yang membuat saya penasaran pada Raditya Dika. Bisa dilihat, dari sejumlah Vlog yang dia publish, rasanya kontennya “bersih”. “Bersih” dalam artian bersih dari kata-kata kasar (yang mana, dalam lingkaran pergaulan saya, kata-kata kasar begini sebenernya udah “biasa aja”) dan bersih dari pengaruh apapun : kecenderungan Raditya Dika terhadap sebuah isu (dukung siapa pemilu? menurut lu, kejadian/fenomena A gimana? ) juga ga pernah ditampilin. Raditya Dika rasanya cenderung menampilkan konten yang non-divisive (mengundang perdebatan).

Hal ini, Joshua tanyakan di edisi #SepikSepik, dan membuat saya cukup paham soal kenapa Raditya Dika memilih untuk “bersih”.

 

3. Observasi

Ini yang saya cukup salut. Dan mungkin ada hubungannya dengan poin nomor dua. Pertanyaan oleh Joshua, muncul dari observasi dia terhadap orang tersebut. Contohnya, ini menurut saya cukup menarik dan saya baru sadar hahaha, pertanyaan dia ke Pandji soal kenapa Pandji selalu pilek saat sedang tur standup.

 

Kurang lebih, begitu sih kenapa saya cukup suka dengan #SepikSepik. Untuk channel Joshua sendiri, saya belum punya alasan khusus untuk subscribe. #DiaryJojo yang kurang lebih berisi Vlog dari Joshua belum punya konten khas yang membuat channel ini layak di-subscribe.

 

Walaupun saya subscribe sih.

 

Youtube : WatchMojo

(Btw, Kategori Youtube ini adalah bentuk pos dari blog ini, yang khusus membahas channel, playlist, atau mungkin video yang menurut saya menarik. Mungkin bisa jadi referensi buat kalian yang gemar menghabiskan waktu di Youtube. Atau kalian juga bisa share channel, playlist, dan video favorit kalian!)

Saya dulu benci dengan istilah fans atau penggemar. Menurut saya, tidak ada hal yang bisa begitu spesial yang sampai membuat saya ketagihan atau penasaran dengan hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Seperti salah satu teman saya dulu. Gemar sekali dengan hal-hal berbau sebuah girlband korea, hingga ia tahu nama personil, tanggal lahir, dll.

Dunia per-gemar-an saya dulu, sepertinya hanya di sepak bola, dan itu untuk Manchester United (btw, selamat datang Mkhitaryan *have no idea how to spell his name*). Tapi, juga udah mulai berkurang. Eh, maksudnya, tidak se-update dulu soal hal-hal berbau MU.

Namun semuanya berubah, semenjak saya masuk kuliah. Hiburan saya selama kuliah murni dari berbagai hiburan yang bisa diakses dengan laptop saya. Karena saya bosan kalau di kosan (tidak ada internet saat itu), saya akhirnya mencoba minta copy salah satu serial tv, HIMYM. Dan saya ketagihan dengan HIMYM. Saya tonton berkali-kali karena premisnya menarik dan lucu. Hal ini, memulai ketagihan saya dan kegemaran saya terhadap berbagai hal. Kalau untuk serial, sudah sempat saya bahas sedikit disini.

capture

Sederhananya : On The Spot versi lebih keren(?)

Nah, untuk mewadahi dan menambah wawasan saya soal dunia per-gemar-an ini, biasanya saya nonton WatchMojo. Saya lupa awal perkenalan saya dengan channel ini bagaimana, tapi yang jelas, sekarang saya subscribe, dan selalu coba checkout Top-10 terbaru dari channel ini.

Konsep WatchMojo sendiri, bisa dibilang mirip dengan konsep On The Spot yang sering tayang di Trans 7. WatchMojo memberikan list 10 mengenai hal-hal tertentu(biasanya, tapi sekarang sudah ada Top-5, dan Quickie). Hal yang biasanya dibahas sih, mengenai pop culture dan sejenisnya.

User Story saya dengan WatchMojo kurang lebih seperti ini.

User Story #1:

“Wah How I Met Your Mother seru juga ya. Coba liat ah, masuk top sitcom tv di WM (WatchMojo) gak ya? Wah nggak, tapi ini ada Friends. Katanya sih lucu. Cobain nonton ah. (Beberapa minggu kemudian, setelah 10 Season). Beneran lucu sialan hahaha. Eh, tapi di rangkingnya, katanya Seinfeld lebih lucu. Cobain nonton ah. (Beberapa minggu kemudian, setelah 9 Season) wah ga selucu Friends ah. Salah nih urutannya. Cobain yang lain kali ya. Somehow, ketemu The Office (beberapa minggu kemudian, setelah 9 season) ga berapa lucu sih, tapi konsepnya seru. Cari yang konsepnya sama ah….(dan seterusnya berlalu)”

User Story #2:

“Wah ini WatchMojo ngeluarin video klip musik yang keren-keren. Liatin ah. (Beberapa saat kemudian) Wah, ini video klipnya Radiohead keren gitu. Masuk lagi sama musiknya. Eh, ini ada video tentang Top-10 Radiohead songs. Liat kali ya, mana tau videonya seru-seru. (Beberapa saat kemudian) Wah, lagu ini enak! Wah, lagu ini enak! (Jadi suka Radiohead). Wah, Radiohead masuk Top-10 Alternative Band di WM nih. Coba liatin yang lain yak, mana tau ada musik yang mirip-mirip dan enak. Nemuin lagunya REM (Jadi suka)….(dan seterusnya)”

Udah liat polanya kan? Hahaha. Secara tidak langsung WatchMojo memberikan pengaruh pada hal-hal yang saya gemari, dan menular kepada hal-hal lain yang serupa. Hal ini berlaku untuk banyak hal : Serial TV, Musik, Film, Anime, Manga, Artis Musik, Kejadian Berkaitan Artis Musik, dll.

Begitu deh. Walaupun begitu, WatchMojo sekarang sudah merambah ke hal-hal yang rada serius, atau hal trivial lainnya, misal Top-10 Why Donald-Trump is Controversial, atau Top-10 Cat-Breed (tonton deh, so much cuteness in one video) hahaha.

(Warning : nambah list Serial TV, Film, Anime, Manga, dsb menambah list waktu anda yang akan anda gunakan untuk hal-hal ini. Gunakan secara bijak, jangan berlebihan. Berlebihan juga gapapa deng, entar kita sharing-sharing kalau ada yang seru-seru :P)

Youtube : #CluelessGamer on TeamCoco

Saya tidak terlalu senang bermain game. Meski begitu, saya cukup paham kenapa beberapa orang sangat suka bermain game. Memang asyik kok. Jangankan bermain, menonton beberapa permainan game aja asyik banget kok.

Mungkin beberapa orang suka nonton PewDiePie saat review game, atau nonton Match DotA langsung.

Saya sendiri, akhir-akhir ini sedang suka nonton playlist Clueless Gamer-nya dari Team Coco. Team Coco ini adalah nama youtube channel dari shownya Conan O’Brien (saya kurang tahu, apakah itu Tonight Show, Late Night Show, saya juga belum terlalu paham bedanya). Gatau Conan O’Brien? Kayaknya kalian tau deh, minimal pernah liat mukanya.

conan-obrien-618

Mukanya lumayan iconic sih. Rambutnya itu lo. Btw, mantan anak Harvard. 

Kenapa saya suka Clueless Gamer? Dari premisnya aja saya udah suka : gimana ngeliat game dari sudut pandang orang yang ga pernah atau jarang main genre game tersebut? Pasti chaos kan? Nah chaosnya ini yang memancing tawa. Karena jarang main juga, yang main juga jadi mainnya santai, sambil komen-komen ga penting dan bodoh yang malah buat lucu hahaha. Kalo yang main pro kan, malah serius. Minimal, yang paling bego dalam main gamenya adalah si Conan ini. Si Conan ini jago banget sih ngasih komen-komen yang nyelekit dan bego. Misalnya aja saat dia review game Call Of Duty : Advanced Warfare.

(Lagi jelasin premis gamenya) “So North Korea has evaded South Korea, we headed to Seoul, South Korea to fight against North Korea.”

Conan : “Why are we getting involved? It’s not our war. Again, why America has to jump in?” (mukanya beneran kesel dan dungu gitu, ini lucu menurut saya hahaha)

Btw, game yang dimainin biasanya game-game yang mau rilis atau baru aja rilis, jadi bisa juga sebagai sarana ngeliat trailer atau gameplaynya bakal gimana.

Oiya, video Conan sedang mewawancarai bintang tamu juga lucu kok. Mungkin bisa juga dicek hahaha.

Semoga bermanfaat!

(Saya tidak yakin tulisan ini bakal bermanfaat sih wkwk, btw menurut kalian gimana kalau saya sering review channel atau playlist youtube yang sering saya tonton? Menarik? )

Youtube : Jimmy Fallon

Awalnya, saya tidak suka bermain game ramai. Game ramai yang saya maksud adalah game yang dimainin bareng-bareng buat ngehabis waktu. Contoh game ini adalah ular tangga, ABCDE (itu loh, yang ngeluarin sejumlah jari, terus nyebutin nama sesuatu dengan awalan huruf yang diacu jumlah jari), atau yang rada berat, seperti main kartu, atau sejenisnya (misa werewolf). Board-game juga termasuk game ramai kalau menurut saya.

Tetapi, semuanya berubah semenjak saya tingkat empat. Di saat tingkat empat, jadwal kuliah jadi cenderung lebih sepi dan lebih loncat-loncat. Saya jadi lebih sering main ke sekre dan coba ikutan main game ramai yang biasanya dimainin di sekre bareng anak-anak hmif. Ternyata? Seru!

Lumayan buat ngehabis waktu, plus mendekatkan diri dengan teman-teman yang lain. Saya pun jadi suka bermain game ramai.

Kriteria game ramai yang paling saya sukai adalah game yang : tidak butuh banyak alat untuk bermain,  bisa dimainkan sebanyak-banyaknya orang! Tipikal game seperti ini cocok sekali untuk dimainkan bersama teman ngumpul, disaat masih pengen ngumpul, tapi udah kehabisan bahan obrolan. Selain itu, game ini bisa dimainkan juga buat mendekatkan diri dengan temen-temen atau si doi. Kenapa? Soalnya tipikal game seperti ini biasanya buat ketawa-ketawa dan heboh sendiri.

Lebih seru lagi, kalau dikasih bumbu-bumbu trash talk antar pemain. Saya termasuk suka yang begini. Hahaha.

Nah, kalian kebingungan cari game-game apa yang seru buat dimainin?

obama-slow-jams-news-jimmy-fallon

Salah satu episode. Coba liat Slow Jam-nya deh.

4a618f15a6dc309b701c5345023864b4

Mirip Ted Mosby dari HIMYM ga sih kalo sekilas? Hahaha

Saran saya, coba tonton salah satu show, ada channel youtubenya!, Tonight Show with Jimmy Fallon. Saya subscribe ke channel ini, dan terus coba update dengan video terbarunya. Saya termasuk suka nonton show ini karena beberapa hal:

  1. Lucu! Entah kenapa, Jimmy deket banget dengan bintang tamu-nya, sehingga cerita personal masing-masing bintang tamu bisa lebih kegali. Dan ternyata, selebriti amerika kelakuannya bego-bego kayak kita hahaha. Bedanya mereka lebih cakep aja.
  2. Lucu! Oh udah kesebut ya? Beda lagi nih, Jimmy juga punya tim kreatif yang seru abis. Liat aja section-section yang unik di shownya :  Lip Sync (rekomendasi Stephen Merchant), Emotional Interview (checkout yang Robert Downey dan Ben Stiller, lucu banget), Kids Theater (rekomendasi Birdman, Magic Mike, Bridge of Spies), Hashtag (checkout aja beberapa, kelakuan orang luar sama begonya kaya kita hahaha, contohnya ini), dan Random Sketch :  Evolution misalnya (contohnya yang bareng Will Smith), atau Hawkeye begini.
  3. Sumber game ramai yang bisa dicobain kalau ngumpul sama temen, atau kalau ada acara makrab gitu-gituw: Whisper Challenge (contohnya ini), Passwords (contohnya ini, sering dimainin di sekre nih, katanya tinggal cari dari random word generator), Catchphrase (contohnya ini), Truth or Truth (contohnya ini), True Confession (contohnya ini, cocok banget buat makrab-makrab gitu haha), Slapjack (contohnya yang ini, tapi rada susah sih kalau ga ada glovenya wkwk), Water War (contohnya ini, awas basah), Egg Roullete (contohnya ini), dan masih banyak lagi hahaha.

Hehehe, list di atas kayaknya sekalian ngasih tontonan buat kalian kalau memang sedang bosan.

Kalau kalian, punya channel youtube atau show favorit?

 

(Walaupun demikian, ada satu hal sih yang saya kesel dari Jimmy. Dia mantan anak CS (Computer Science), walaupun akhirnya pindah major haha)